KAPAN TERAKHIR PACARAN?

Sebenarnya sangat tidak penting untuk dibahas, sih. Namun ide postingan ini muncul ketika kemarin sebelum adzan maghrib berkumandang seseorang menyeletuk,
“Mas, entuk salam saka Mbak Riyanti.” (arti: Mas dapat salam dari kak (perempuan) Riyanti)
Riyanti bukanlah nama sebenarnya, nama Riyanti adalah inisial dari nama asli orang yang mengirim salam padaku.
------------------------------------------------------^^^%%%^^^------------------------------------------------------

Gambar hanya pemanis, sebagai ilustrasi Mbak Riyanti
Waktu itu sore hari setelah shalat ashar aku membeli pita kecil untuk menggantikan pembatas buku yang terbuat dari kertas apapun. Mulai dari kertas nota hingga kertas bungkus tempe mungkin sudah jadi pembatas buku. Bukan karena tidak sayang dengan buku, oleh sebab sayang itulah aku membeli pita yang aku gunakan untuk menggantikan pembatas yang “sak karepku lah” itu.

Ketika masih memotong beberapa bagian pita berwarna emas, terdengar suara motor Honda Vario 125 entah udah CBS atau belum. Hehehe. Dua onggok manusia, eh maksudnya dua sosok manusia bernama Theresia dan Ari membuat aku kaget karena datang tanpa pemberitahuan. Kalau aku tahu mereka akan datang, aku bisa siap-siap pakai pomade, pakai baju style jaman sekarang. Hehehe.

Theresia dengan baju biru dan dan Ari dengan jilbabnya berwarna coklat krem bergiliran bersalaman, acara formalnya sih halalbihalal ke guru les, katanya. Acara tidak formalnya, melobi untuk mengajak makan bakso. Yah, aku setujui aja. Saat itulah, di dalam ruang tamu berukuran sekitar 3 x 3 meter, salah satu dari mereka menyeletuk aku dapat salam dari Mbak Riyanti.

Sudah aku sebutkan bahwa Riyanti adalah nama inisial dan juga adalah orang terakhir kali yang aku pacari. Sampai artikel ini ditulis pun, nasib karma jomblo masih melekat. Kalau ditanya kapan terakhir pacaran? Jawabannya adalah ketika mutusin hubungan dengan Mbak Riyanti itu. iya benar, ketika putus dengan Mbak Riyanti adalah momen dimana aku tidak mau lagi berpacaran. Aku mau langsung nikah saja.

Aku sebut di sini Mbak Riyanti di sini, bukan berarti dia lebih tua dariku. Tapi membahasakan (menyebutkan) untuk muridku tersebut. Mbak Riyanti ini lebih mudah empat tahun dariku, yang seharusnya kalau sebagai calon istri, umur tersebut termasuk ideal. Tidak terlalu muda, dan tidak terlalu ‘sepantaran’. Mbak Riyanti orangnya cantik, manis walaupun kulitnya warna sawo muda. Dia orang berjilbab yang fashionable dan up to date dengan fashion terkini. Yang paling aku suka dari Mbak Riyanti adalah dia orang yang paling sering bertanya sesuai kaidah berita 5W 1H, Why, When, Who, Where, What, dan How. Orang yang sangat pengertian sekali.

Mbak Riyanti aku putuskan setelah 3 minggu 4 hari kami jadian. Kami jadian sebelum puasa 1436H dan putus pada saat 6 hari sebelum 1 syawal 1436H. nah, hitung sendiri kalau dikonversi menjadi Masehi, pasti kamu tahu harus ngapain. Cari kalender. Putus dengan Mbak Riyanti ini termasuk berat dan bimbang, di samping orang yang perhatian, Mbak Riyanti ini tidak punya salah apapun padaku, kecuali masih mengingat mantannya terdahulu. Walaupun hal itu masih aku maklumi. Setelah melakukan rapat tertutup dengan teman yang aku anggap bisa menjaga privasi, akhirnya aku putuskan untuk tidak menjalin hubungan pacaran dengan Mbak Riyanti. Karena Mbak Riyanti sudah punya visi untuk menikah dalam waktu dekat, dan aku belum. Aku kasihan pada Mbak Riyanti jika harus menunggu ketidak pastian dariku. Mbak Riyanti berhak mendapatkan orang yang lebih baik daripada aku. Alhamdulillah, kemarin aku dengar dari murid ku tadi bahwa Mbak Riyanti akan menikah dalam waktu dekat, dan AKU DIUNDANG. Bukti bahwa Mbak Riyanti akan menikah adalah dia sudah menemukan orang terbaik dari yang cukup baik seperti aku ini.

Selamat Mbak Riyanti, semoga keluargamu sakinah, mawadah, wa rahmah. Doakan juga supaya aku bisa menemukan jodoh yang pengertian dan perhatian seperti sifatmu. Jika belum tahu arti dari ketiga kata itu, cari di google banyak. Secara harfiah maupun kiasan.

sumber gambar: https://jilbabhijabterbaru.wordpress.com/2014/11/19/fashion-wanita-berjilbab/
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini