KALIAN KEMANA?

Ini adalah cerita fiksi yang saya buat ketika bosan melanda. Karena ini adalah cerita fiksi, jika ada kesamaan nama, tempat, dan waktu kejadian tolong dimaklumi. Cerita fiksi ini berjudul "Kalian kemana?".



Di sebuah rumah sakit besar yang berada di tengah jantung kota Solo salah satu pasien dengan rambut cepak dan badannya yang gendut sedang makan sosis Solo. Ada suatu hal dalam benaknya, mengapa diberi nama sosis Solo? Padahal rasa dan bentuknya mirip lumpia. Namun, dia tetap menikmati sosis yang dianggapnya lumpia itu.

Di samping bocah laki-laki yang sedang makan sosis Solo tadi, terdapat ibu-ibu yang umurnya mungkin sudah lebih dari 70 tahun. Sedang tiduran di kasur, dengan jarum infus di tangan kirinya, dan mengenakan penutup kepala berwarna kuning. Ada hal menarik dari ibu ini, beliau adalah seorang purna tugas sebagai kepala sekolah di Wonogiri, entah sudah berapa tahun beliau pensiun. Dari keriput yang ada di wajahnya, dan lemahnya tubuh beliau, pasti sudah lebih dari 10 tahun beliau pensiun. Beliau memiliki tujuh orang anak, dan alhamdulillah bekerja di tempat yang strategis. Kenapa bisa dibilang strategis? Karena semuanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ada yang aneh dari ibu ini, ibu ini punya sopir dan punya pembantu yang menunggu di sampingnya. Lalu, apanya yang aneh? Dari ketujuh anak ibu tersebut tidak ada yang menjenguk. Menjenguk? Kok menjenguk ibunya, telepon sekalipun tidak pernah terdengar. Hanya pembantunya yang setia di samping beliau.

Hal ini dirasa aneh karena kemana semua anak yang telah dibesarkan oleh beliau? Bekerja? Saya yakin bahwa uang bisa membayar siapapun untuk mengurus beliau, mengantar beliau, menemani beliau. Tapi, yakinkah jika uang itu bisa menggantikan rasa yang diberikan anak terhadap orang tuanya? Mereka bertujuh, anak beliau pasti punya alasan masing-masing yang kuat sehingga tidak bisa menemani orang tuanya.

Saya hanya berharap dan berdoa, semoga saya mampu setiap waktu menemani orang tua saya di setiap waktunya. Aamiin. Lalu bagaimana dengan bocah gendut tadi? Ya nggak gimana-gimana. Doakan saja bocah gendut berambut coklat tadi selalu sehat.

Sumber gambar: http://www.lpminstitut.com/2016/04/menemani-ibu-di-rumah-sakit.html
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini