RESAH

Setelah menonton acara Waktu Indonesia Bercanda (WIB) di Net TV, akhirnya nemu kosakata yang pas untuk judul post kali ini. Resah adalah sebuah kata adjektiv yang memiliki arti (menurut KBBI): gelisah; tidak tenang; gugup; rusuh hati.


Saat ini yang aku rasakan memang resah sekaligus bingung. Bagaimana tidak resah? Jika mulai 2 Januari 2018 aku harus mengajar di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Madiun. Padahal sudah tiga tahun lulus dari kuliah dan tidak pernah mengajar, walaupun setiap harinya masih memberikan les privat pada beberapa anak. Apakah tidak bingung jika harus mulai dari NOL. Benar, NOL dengan huruf dicetak kapital. Kenapa bisa mulai dari nol?

Beberapa hal yang membuatku resah dan bingung adalah:
Murid
Belum pernah sebelumnya membimbing murid dalam kelas yang jumlahnya banyak. Selama ini maksimal dalam kelas berjumlah lima anak. Itu pun aku sudah kewalahan. Bagaimana jika dalam kelas terdapat 32 murid? Apa yang harus aku lakukan ketika mereka tidak fokus dan gaduh? Mungkin, jika itu hanya lima anak bisa diatasi dengan ice breaker yang biasa aku pakai. Kalau 32 murid?

Materi Ajar
Selama empat tahun kuliah, hanya ada beberapa SKS yang membahas tentang ilmu komputer, itu pun hanya sebatas Microsoft Office dasar, Macromedia Flash 8, dan Corel Draw. Lalu, mulai Januari 2018 mendatang harus mengajar pelajaran komputer. Sejarah komputer, networking dasar, e-learning dan lain sebagainya. Apa aku mampu untuk memberikan materi secara professional? Benar adanya jika aku memiliki sedikit pengetahuan tentang komputer. Tapi dalam bidang aplikatif, atau penerapan secara kasar. Bukan secara teoritis. Sejarah komputer yang aku tahu, hanya awal penemuan dari internet, APRA. Sudah itu saja. Bagaimana kalau nanti murid bertanya tentang siapa bapak komputer dunia? Siapa yang pertama kali menemukan flash disk, atau jangan-jangan bertanya link nekopoi sudah diblock. Link yang baru apa? Kalau yang ini saya bisa jawab. www.nekopoi.ltd

Rekan Kerja
Setelah resign dari perusahaan distributor rokok, aku balik lagi ke tempat semula sebagai freelancer. Selama dua tahun belakangan ini aku menjadi seorang freelancer yang jarang ketemu rekan kerja juga jarang ketemu dengan teman pula. Apakah aku mampu menjadi seorang rekan kerja yang baik? Apakah mampu jadi rekan kerja yang tidak membosankan? Masih banyak lagi pertanyaan yang muncul dalam pikiran ini. Aku adalah orang yang sangat tidak suka dan tidak bisa dengan formalitas basa-basi, aku takut kalau aku nanti terlalu frontal. Aku juga termasuk orang yang kurang pandai dalam mencari bahan pembicaraan, mungkin efek dari tidak suka basa-basi tadi sehingga aku takut kalau dikira mendiamkan atau tak acuh pada rekan kerja. Aku juga bingung bagaimana dengan memperlakukan seorang rekan kerja, karena selama ini terbiasa kerja sendiri. Aku harus bagaimana?

Masih Kurang Jelas
Aku dipanggil ke sekolah tersebut karena hal yang mendadak dan mendesak. Karena guru komputer di sekolah tersebut pindah ke sekolah lain yang lebih tinggi (MTs -> SMA), mungkin melihat track recordku yang sering berhubungan dengan komputer akhirnya aku dipanggil sebagai guru komputer, bukan guru fisika ataupun IPA. Karena mendesak dan mendadak itulah semua serba cepat sehingga banyak hal yang masih belum jelas. Apa materi yang harus disampaikan, RPP, Silabus, dan kelengkapan administrasi guru lainnya aku belum tahu, dan hal sepele pun seperti tempat parkir untuk guru juga tidak dikasih tahu. Intinya tanggal 2 Januari 2018 aku diminta datang ke sekolah tersebut. Titik.

Masih banyak hal yang membuatku bingung untuk pertama kali masuk ke sekolah. Mungkin, jika ada tutorial di youtube tentang hal tersebut, bakal aku download. Mungkin setelah ini aku akan buat tutorial "hari pertama di sekolah" supaya guru-guru baru yang akan masuk ke sebuah sekolah punya panduan jelas apa yang harus dilakukan. Hehehe



Sumber gambar: http://images.gofreedownload.net
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini