SHEILA ON 7 INSPIRASIKU BAGIAN 1

Terimakasih Sheila on 7. Hehehe, kalimat pertama yang muncul dari benak ini, ya walaupun pertama kali Allah SWT, lalu orang tua, setelah itu saudar-saudaraku, teman-temanku. Seperti mau bikin skirpsi saja. Sejak tahun 2005, tepatnya saat masih kelas 1 SMP, Sheila on 7 udah seperti lagu wajib setelah Indonesia Raya (Indonesia’s Anthem).

“Tak seharusnya kita berpisah, tak semestinya kita bertengkar, karna diriku masih, butuh kau, maafkanlah sikapku, lupakanlah salahku, itu…..” itu lagu yang lagi ngepas banget dengan suasana hati. Maklum, waktu itu masih kecil dan imut-imut, jadi ya agak lebay-lebay dikitlah (tapi jaman dahulu belum kenal kata lebay). Gak tau napa lagu yang dibawakan oleh Sheila on 7 sangat sesuai dengan kondisi dan posisi saat itu, wekawekaweka.\

Pada postingan kali ini aku mau bahas lagu-lagu Sheila on 7 yang pas banget dengan berbagai kejadian yang pernah ku alami. Walaupun gak gitu penting sih buat diungkapin, tapi aku ingin berbagi. Hehehehehe. Lagu dari Sheila on 7 yang paling berkesan itu “Dan”, “Mudah Saja” dan “Betapa”. Hehehe, ada deh kenapa bisa gitu. Oye, aku mulai dari album yang pertama saja ya, jadi ini aku urutkan berdasarkan albumnya, bukan kejadiannya. Sip?

===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== =====
Album pertama dari Sheila on 7 berjudul Self Titled, alias Sheila on 7 itu sendiri keluar pada tahun 1999. Ada beberapa lagu yang berkesan nih, antara lain: Dan..., Terlintas Dua Kata, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki, Pe De, Perhatikan, Rani!.
  • Lagu berjudul Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki sering ku dengarkan ketika ketemu cinta pertama, hehehe. eh, bedakan lho ya antara cinta pertama dengan pacar pertama. Perbedaan singkat antara pacar pertama dengan cinta pertama, pacar pertama adalah orang pertama yang menjadi pacar kita, sedangkan cinta pertama adalah orang yang kita cintai pertama kali (dalam hal ini cinta kepada sebaya). oke ya? sudah tahu perbedaannya. Ketika bertemu dengan cinta pertama ini, rasanya dia memiliki semuanya, hehehe. Beneran itu, layaknya perfect banget dah.
  • Lalu ada lagu yang judulnya Pe De, ini sama objeknya, cinta pertama. hm pokoknya banyak banget kenangan cinta pertama. ow iya, belum disebutkan inisial cinta pertama, ISP adalah inisial dari cinta pertama. cukup itu aja. waktu baru jadian, rasanya seneng banget bisa punya pacar se-perfect itu. dia terima aku apa adanya, aku yang gak punya apa-apa ini, pikirku saat baru jadian dulu. Dengerin aja deh lagunya. tar bakal tau alasan aku dengerin ni lagu ketika baru jadian. apalagi orang yang pas-pasan seperti aku ini.
  • Sekali lagi aku bahas cinta pertama. karena album ini isinya kok bagus-bagus semua, hehehe. Terlintas Dua Kata, lagu yang membuat hati hancur, beneran. Putus dengan cinta pertama saat kelas X SMA, membuat aku drop sangat. prestasi anjlok, ekskul jeblok, dan hal-hal lain yang tak dapat diunkapkan dengan tulisan. akhirnya, kelas XI lagu ini menginspirasi diriku yang lagi galau, ucapkan saja selamat tinggal ke cinta pertama. muncul pula motto yang aku pakai sampai sekarang, TERSENYUMLAH MESKI ENGKAU TERLUKA.
  • "Lupaknlah saja diriku, bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala" wekawekaweka nangis ni denger lagu. tau khan judulnya? Dan itu judul lagunya. pernah suatu kejadian, saat perayaan ultah di SMAku. Lagi asik maen gitar, eh si mantan lagi berduaan ama pacar baru, yah gitu deh. Perang dingin pake lagu. karena dia suka ungu pada waktu itu, dia pake semua lagu ungu band, dan aku nyanyi pake lagunya Sheila on 7. lagu inilah yang mengakhiri segalanya, mengang telak tak dapat dibalasa lagi. "dan,bukan maksudku melukaimu sadarkah kau disini ku pun terluka...."
  • udah ah, gak usah bahas cinta pertama lagi, tambah emosi ni. lanjut aja ke lagu perpisahan lagi nih. tapi bukan putus. Perhatikan, Rani! adalah lagu yang kunyanyikan ke seseorang yang pernah jadi pacarku hampir 3 tahun, dan 1 tahun tanpa hubungan yang jelas. Total hampir 4 tahun, diselingi putus sambung. waktu aku semester I nih ceritanya, dah kuliah, dia bingung antara teknik ama kedokteran, akhirnya diterima di Teknik Kimia Universitas Brawijaya Malang. "Dan jangan takut, jangan layu Pada semua cobaan yang menerpamu, jangan layu Kami selalu bersamamu dalam derap Dalam lelap mimpi indah bersamamu. Padamkan sekejap warna-warni duniamu Saat kau mulai kehilangan arah Nyalakan sekejap warna-warni duniamu Saat berjalanmu kembali tegap Mungkin semua ini 'kan cepat berakhir Semoga semua ini adalah Persinggahan sementara mimpimu". dari lirik ini pengenku hanyalah jagan benci apa yang dia dapat sekarang ini. walaupun tidak sesuai keinginannya, dan aku pun ingin menemani dalam setiap suka dan dukanya.

===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== ===== =====
Album kedua dari Sheila on 7 adalah Kisah Klasik Untuk Masa Depan. Banyak lagu-lagu bagus di album ini, namun hanya beberapa yang sering kudendangkan. cieeeeee, kayak apa aja. hahahahahaha.
  • Temani Aku adalah lagu buat cinta pertama. haduh, kenapa semua tentang cinta pertama ya? hehehe. yup, dari lagu ini kunyanyian, aku cuma pengen dia menemani aku, selamanya. Idealis banget memang, maklumlah masih SMA. Banyak hal yang belum diketahui yang akhirnya berujung pahit. bagus ni lagu, liriknya mengena banget.
  • Nah, lagu ini nih yang gak ada hubungannya dengan cinta pertama. tapi ni lagu menyimpan hal yang sangat miris, kurang tahunya aku terhadap perasaan perempuan. "Tak seharusnya kita berpisah, Tak semestinya kita bertengkar, Kar'na diri ku masih butuh kau, Maafkanlah sikap ku, Lupakanlah salahku... itu". WP adalah inisial untuk perempuan ini. kejadian ini waktu kelas VII SMP. WP yang selama itu menemaniku, dalam berbagai emosi, (ingat, emosi itu bermacam-macam jenisnya) menyatakan rasa sukanya padaku. Namun, ya itu tadi bodohnya diriku yang gak paham dengan tanda-tandanya. Sejak saat itu WP gak pernah bicara lagi padaku (walaupun satu kelas), sampai sekarang. rindu juga sih dengan sosok WP yang selalu tersenyum, gak ada perempuan yang bisa menggantikan WP. Rambutnya yang dikuncir ekor kuda, poni pada rambutnya, putih alami kulitnya, senyumnya, care-nya. hm, itu masa lalu. semoga engkau bahagia WP. maaf aku telah mengecewakanmu waktu itu, itu salahku. Bila Kau Tak Disampingku.
Sudahi dulu deh. ingat WP jadi galau akhirnya. nanti akan aku teruskan pada bagian kedua dan ketiga. hehehehe. capek kalau nulis langsung banyak. makasih buat yang udah baca.
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini