KETIKA DIA TAK LAGI BERSAMAMU (BAGIAN 2 : CARA)

Post selanjutnya adalah kelanjutan dari post pertama, KETIKA DIA TAK LAGI BERSAMAMU (BAGIAN 1 : ALASAN). Pada bagian pertama berisi alasan mengapa harus mengikhlaskan dia untuk pergi, pada bagian yang kedua ini berisi cara-cara sederhana supaya tidak terlalu memikirkan dia yang baru saja pergi. Post bagian kedua ini dibuat karena aku hanya ingin berbagi cara sederhana supaya hari-hari setelah dia pergi itu tidak diisi dengan kegiatan meratapi keadaan. Biasanya, beberapa hari setelah dia pergi, hampir setiap waktu akan teringat padanya. Nah, bagian kedua ini supaya tidak terlalu terganggu dengan hal itu. Got it?

Beberapa langkah sederhana yang sudah aku lakukan, dan Alhamdulillah berhasil. Beberapa langkah tersebut adalah seperti di bawah ini:


Lakukan ritual
Kenapa? Daripada sedih terlalu lama, mending lakukan sebuah ritual yang dapat melegakan pikiran. Tidak perlu meratapi kepergian seseorang terlalu lama, apalagi dia bukan anggota keluarga. Ritual yang aku maksud bukanlah ritual kesesatan lho ya. Tapi melakukan sesuatu hal yang gila, gokil, nyeleneh, dan hal lain yang aneh. Sesekali ini melakukan hal yang mubazir tidak apalah. Contohnya, kalau aku sedang ada masalah seperti ini, keluar kota mencari Alfama*t terus beli Susu Frisian Flag atau Ultra Milk yang ukuran 250 ml terus pulang lagi. Terakhir ritual adalah ke Kabupaten Ngawi, dan sebelumnya, juga pernah ke Kabupaten Magetan. Ritual yang aku lakukan tujuan utamanya bukanlah Susu Frisian Flag maupun susu Ultra Milk, tapi perjalanan ke tempat untuk membeli itulah yang membuat pikiran tenang.
Bagaimana? Carilah sesuatu yang belum pernah dilakukan, atau melakukan sesuatu yang disukai. Namun, harus berbeda dari hal biasanya. Misal suka melukis, ya ritualnya melukis dong, dengan cara yang berbeda. Contohnya adalah membuat kaligrafi dari lukisan, membuat lukisan umpatan. Khan keren. Hahaha.

Pindahkan barang pemberian dari dia ke tempat yang lebih baik
Kenapa? jika melihat barang yang ada hubungan dengannya, bahaya sekali jika kamu ingat tentang dia. Ya to? Tapi bagi orang yang sudah bermental baja, pasti sudah melakukan langkah ini dengan tidak disadari. Misal kamu lihat mug couple berdua, sakitnya tuh di mana? Hahaha. Beberapa barang akan selalu mengingatkan kenangan, untuk yang masih kritis, langkah ini perlu.
Bagaimana? Maksudnya memindahkan ke tempat yang lebih baik bagaimana? Maksudnya adalah tempat yang baik untuk barang tersebut, misalnya tempat sampah, hehehe bercanda. Misalnya berikan pada orang yang lebih membutuhkan, daripada mubazir tidak terpakai. Atau kaya’ di film-film saja, kubur itu barang, masukkan dalam kapsul waktu, keren tuh.

Ingat pada Allah SWT ketika hendak tidur
Kenapa? langkah ini saaaaaangat perlu untuk masa-masa kritis. Malam hari ketika akan tidur, pasti pikiran melayang ke mana-mana hingga memikirkan dia yang sudah pergi. Nangis apa tidak tuh? Hahaha. Yah, begitulah tidak memperhitungkan perbuatan apa yang telah dilakukan sehari ini, jadi memikirkan dia yang sudah pergi. Lebih baik ingat pada Sang Maha Pencipta, daripada ingat pada dia yang membuat sakit.
Bagaimana? Setiap orang punya cara sendiri untuk mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta. Kalau aku sih ini ritual yang aku lakukan ketika akan tidur, yaitu : Membaca Surat Al-Fatihah, Membaca Surat Al-Ikhlas, Membaca Surat Al-Falaq, Membaca Surat An-Naas, Membaca doa sebelum tidur ,dan yang terakhir membaca ayat kursi. Setelah itu, berzikir hingga tertidur lelap, jadi tidak ada waktu untuk memikirkan dia. Zikir apa yang dilakukan ketika akan tidur? Ingat, setiap orang memiliki keyakinannya masing-masing, kalau aku sih zikir biasa saja. Setelah baca doa-doa tadi, aku ambil tasbih yang 99 biji, aku baca astagfirullah hal adzim 99 kali, kemudian Laa Ilaha Illallah sebanyak 99 kali. Ulangi terus hingga tertidur. Biasanya aku begitu.

Selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT
Kenapa? Allah memberikan segala sesuatunya dengan teliti dan cermat, dan pasti berguna untuk makhluknya. Aku sebagai manusia, tahu apa tentang kekuasaan Allah? Allahmelakukan segala sesuatu tanpa ada yang terlewat, Dia Maha Teliti akan semua hal. Jadi, segala sesuatu pasti ada hal positifnya, tidak percaya? Dengan kepergiannya kepada orang lain, hal positifnya adalah aku tidak layak untuk dia. Aku tidak masuk dalam kriteria “baik” untuk dia. Untuk manusia aja tidak layak, apalagi untuk Allah SWT. Aku sama sekali tidak layak untuk mengaku sebagai hamba Allah, aku masih kurang dalam hal apapun. Oleh sebab itulah, aku harus memantaskan diri, untuk orang lain maupun untuk menghadap Allah SWT.
Bagaimana? Sadari apa yang ada di sekitar, selalu mencari hal positif dari segala kejadian. Seburuk-buruknya kejadian, pasti ada hal positif yang disematkan oleh Allah untuk aku. Walaupun itu sangat kecil.

Bersedekah lebih banyak daripada biasanya (kalau bisa seterusnya begitu)
Kenapa? Dengan melihat senyum orang lain, hati ini jadi lebih tenang dan bahagia.
Bagaimana? Menyisakan uang yang didapat dari pemberian orang tua, dari kerja, dan dari hal-hal yang halal lainnya. Setelah terkumpul, berikan pada sebuah yayasan amal, atau panti asuhan. Lakukan rutin setiap sebulan sekali. Melihat senyum di wajah mereka membuat hati tenteram, nyaman, dan lupa dengan masalah. selain itu, bersedekah itu bisa dengan cara membantu orang lain dalam kesusahan, misalnya membantu membawakan barang orang lain. intinya adalah coba lakukanhal-hal baik sebanyak-banyaknya dalam satu hari, dijamin bakalan puas.

Lebih banyak senyum
Kenapa? Sedekah sebulan sekali itu terlalu lama, sedekah paling mudah itu ya senyum. Hahaha. Benar khan? Ketika bisa bersifat ramah pada orang lain, dan orang lain juga ramah terhadap kita. Rasanya tuh di sini. Hahaha.
Bagaimana? Coba saja untuk selalu tersenyum ketika bertemu dengan orang lain, apapun kondisinya, dan rasakan efek magisnya.
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini