MENGHAPUS TULISAN DI PAPAN

Judul postingan yang aneh, menghapus tulisan di papan. Hehehe.
Ya sebenarnya ini ide postingan muncul ketika sore ini sedang hujan deras, duduk di ruang tamu, di salah satu sisi ruang tamu itu ada ada papan tulis kecil yang biasanya dipakai untuk menjelaskan persoalan fisika.

Nah, dari situlah ada ide untuk postingan ini, ingat kata teman-teman les.
“Yuh, Mas Mahar rajin eram hapus’i papan. (Yuh, kak Mahar rajin banget menghapus papan)”

Hahaha mayoritas pasti bilang gitu. Aku akui memang aku rajin menghapus tulisan di papan setelah rumus, atau jawaban tersebut selesai di salin ke buku catatan. Ada pula yang tidak ditulis pada buku, langsung di foto. Kegiatan anak sekarang. Hehehe.

“Aku khan wong’e polos, lugu, rajin, pendiam, dan cinta kebersihan.” Jawabku kalau ditanya alasan kenapa kok rajin sekali menghapus papan. Tidak usah ditanya lagi, bagaimana reaksi mereka setelah mendengar jawaban seperti itu. Hahaha

Sebenarnya, ada beberapa alasan mendasar kenapa aku selalu langsung menghapus jawaban atau rumus setelah selesai membahas satu persoalan.

Alasan yang pertama adalah, aku tidak mau mereka jadi malas mencatat, karena di papan tulis sudah ada. Ini menjadi alasan sekunder kenapa aku selalu menghapus jawaban atau rumus setelah selesai membahasnya, yang jelas adalah ketika mereka mencatat maka sekali lagi mereka belajar ketika menulis apa yang ada di papan. Khusus untuk jawaban sebuah soal, ketika mereka mengonfirmasi sudah paham tentang jawaban tersebut, tanpa pemberitahuan, langsung tak hapus. Hahaha Jahat? Biarin. Mau tidak mau, mereka harus menulisnya di buku tulis, dengan pemahaman mereka. Seberapa jauh mereka benar- benar paham. Jadi, sesuai dengan tujuan kedua agar mereka tidak terlalu bergantung pada tulisan di papan tulis.

Alasan yang kedua adalah, aku tidak mau mereka terlalu bergantung pada tulisan pada papan tulis. Udah ada sedikit bocoran pada alasan yang pertama, sering sekali para teman les itu mengandalkan rumus yang ditulis pada papan, tanpa mau memahami, atau paling tidak menghafal apa yang ada di papan. Mereka terlalu bergantung pada hal itu. Sedikit-sedikit, lihat papan untuk memastikan apakah benar rumus, atau caranya. Mereka jadi tidak percaya diri dengan kemampuan mereka. Bagiku, ketika ada soal fisika, percaya dirilah. Selesaikan sebuah persoalan fisika hingga tuntas, jika salah atau tidak ada jawabannya, baru dikoreksi kembali. Jangan takut salah di awal pengerjaan soal. Karena mereka takut salah, mereka jadi terlalu bergantung dengan rumus dan cara pengerjaan di papan. Oleh sebab itulah, segera aku hapus ketika teman les telah mengonfirmasi bahwa mereka sudah paham.

Alasan yang ketiga adalah, aku cinta kebersihan. Hahaha Lha aku jujur khan? Aku gak bohong pada teman les bahwa alasan aku menghapus tulisan di papan adalah karena aku cinta kebersihan. Maksudnya cinta kebersihan itu bukannya bersih-bersih ruangan, ngelap, ngepel, bukan itu. Aku ingat kata salah seorang temanku, tapi aku lupa siapa yang bilang. Kalau kita meminjam sesuatu, kembalikanlah sesuatu yang kamu pinjam itu dengan keadaan yang lebih baik atau paling tidak keadaannya sama dengan ketika kamu meminjamnya. Itulah alasanku yang paling nyata kenapa kok aku selalu menghapus papan tulis. Biar kelihatan bersih. Hahaha. Di tempat les, papan tulis biasanya masih ada beberapa tulisan yang lupa belum dibersihkan. Nah, di situlah aku berkeyakinan bahwa mengembalikan paling tidak keadaannya bersih.

Itu tadi beberapa alasan mengapa papan selalu bersih ketika aku pulang, karena aku cinta kebersihan.


Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini