TIDAK TERATUR

Judul yang aneh, lagi-lagi judul postingan yang aneh. Sekarang jam setengah dua pagi waktu Madiun, dan baru saja terjaga dari tidur. Setelah itu, tidak bisa tidur lagi. Bukankah itu hal yang mengkhawatirkan?

Terus, apa yang tidak teratur? Beberapa hari terakhir merasakan beberapa hal yang tidak teratur, terutama dalam jam tidur. Tidur jam 01.00 WIB apakah itu wajar? Wajar jika dahulu masih kuliah atau masih masa-masa skripsi (yah, walaupun skripsi juga gak pernah tidur pagi). Tidur jam pagi seperti itu dan tidak ada kegiatan apapun, merupakan hal tidak teratur bagiku. Tapi kenapa bisa terjadi hal tersebut? Aku ingin bisa tidur lebih awal, seperti hari biasanya dan orang normal biasa. Tadi sudah bisa sih, tapi jam 00.00 terbangun, dan sampai sekarang belum bisa tidur kembali.

Selain tidur yang tidak teratur, akhir-akhir ini jadi arek ababil. Yup, bener tuh, jadi orang sedikit ababil. Kenapa yo? Maksudnya ababil di sini bukan ababil yang lebay-lebay terus ingkar janji geeethooo. Hahaha. Bukan itu, ababil dalam artian ada sesuatu yang kurang. Tapi gak tahu apa itu. Seperti ada ruang yang kosong, hampa gitu. Gak ada yang teratur.

Aku akhir-akhir ini sedikit lebih jorok dari biasanya (biasanya juga jorok sih), heeeeits bukan jorok gak mandi, suka ngupil, dan suka kentut sembarangan. Bukan itu. Tapi jorok menjadi lebih malas. Misalnya nih ya, habis pakai camdig langsung deh lempar ke kasur (tidak di taruh di tempat semula), habis ngecharge HP atau laptop charger tidak dicabut (ingat ya habis ngecharge dicabut), papan jadwal kegiatan kosong (seharusnya ada kegiatan rutin), biasanya kalau sore itu nyapu seluruh bagian rumah (eh akhir-akhir ini gak nyapu. Hahaha), dan masih banyak hal lainnya.

Ada beberapa saran dari teman, lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Aku sudah berusaha mendekat apa mungkin kurang dekat lagi, dan lagi? Mungkin memang benar jika aku masih belum bisa menemukan Sang Pencipta, mungkin aku terlalu sombong ya dengan segala sesuatu yang dititipkan padaku saat ini. Ada yang menyarankan untuk rekreasi dahulu, liburan ke suatu tempat (mungkin sudah muak dengan UN 2015 ini), ada juga yang memberi saran gokil, tapi mengena. Cari seseorang yang bisa mengingatkan kamu (nyindir kalau aku jomblo).

Hipotesis awal (ecieeee hipotesis, kayak penelitian aja) hal ini terjadi karena nganggur. Nah ini yang aku jadikan kambing hitam pertama kali. Kenapa? Karena akhir-akhir ini job sedang sepi, karena masih dalam masa-masa UN. Si bos juga belum memanggil untuk mengisi kegiatan sehari-hari. Selain nganggur, ngeles. Nah ini juga jadi kambing hitam, karena mayoritas yang aku bantu belajar itu adalah siswa dan siswi kelas XI serta XII, setelah UN selaesai gak ketemu mereka lagi (mungkin ini ya yang namanya kangen?) jadi sekarang setiap sore nganggur lagi deh. Hahaha. Aku pernah baca di suatu artikel, lupa di mana aku baca bahwa Nganggur itu mengeraskan hati, ini nih, harus cepetan kerja supaya hatiku gak keras.

Pernah aku merasakan hal seperti ini, dahulu. Lama sekali, sangat lama. Tapi gak tahu gimana bisa hilang, sirna tanpa bekas. Yang jelas harus lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta, peringatan darinya kalau aku sudah teralu jauh dari Nya. Selain itu juga mencari pekerjaan sesegera mungkin. Semoga bisa ! ! ! Ganbatte ! ! !
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini