PEKERJAAN DAN LOWONGAN KERJA


Saat ini aku bisa dikatakan kerja dan tidak kerja, hehehe. Maklum, freelance ya kayak gitu. Dikata bekerja, tapi berpenghasilan tidak tetap. Dikata tidak bekerja, tapi tetap berpenghasilan. Berpenghasilan tetap dan tetap berpenghasilan adalah dua hal yang berbeda. Perbedaannya adalah pada letak jumlah penghasilan yang didapat. Berpenghasilan tetap, memiliki jumlah penghasilan yang konsisten, sama, ajeg dan kosakata lain yang memiliki arti yang sama. Yaitu penghasilan yang setiap bulannya pasti ada dan dengan jumlah yang telah dapat diperkirakan. Sedangkan tetap berpenghasilan lebih pada penghasilan yang tidak selalu sama, tetapi selalu ada walaupun jumlahnya sedikit atau tidak menentu.
Kadang bisa lebih besar/banyak dari bulan kemarin bisa juga lebih sedikit dari bulan kemarin, yang penting tetap ada penghasilan untuk menyambung hidup, hehehe. Jadi, bagi para cewek bojseeeker, jika tidak mendapat cowok yang berpenghasilan tetap, karena stoknya sudah habis, ada alternatif yaitu cowok yang tetap berpenghasilan. Mesti banyak yang mikir salah ketik di kata “bojseeker” yang seharusnya “jobseeker”. Tidak, tidak salah ketik, jobseeker itu adalah pencari kerja, sedangkan bojseeker adalah pencari bojo atau pencari pendamping hidup. Hehehe.
Oke, kembali ke laptop. Bukan bojo atau pendamping hidup yang aku bahas kali ini. Tapi membahas lowongan kerja. Yah, hanya ingin berbagi aja sih, kadang bingung mau nulis di mana, di BBM, hanya diberi 160 karakter beserta spasi, Twitter lebih pelit hanya 140 karakter, begitu juga dengan WhatsApp. Akhirnya, Blogger menjadi tempat persinggahan ideal untuk curhat, hehehe. Beberapa unek-unekku tentang pekerjaan dan lowongan pekerjaan adalah:

Pertama, masih banyak spekulasi tentang alasan aku keluar dari distributor rokok. Masih menjadi misteri, hahaha. Kayak artis saja yah? Jika banyak orang bertanya, aku cuma menjawab dengan jawaban sederhana yang menentramkan pikiran si penanya, “Aku tidak cocok”. Sudah, kelar kalau sampai disitu. Tapi ada juga yang masih bertanya kepo, “Apa bayarannya kurang?”. Hiyaaaah, ini nih yang kadang sedikit tidak enak dijawab, pasti tanya sekaligus nominalnya. “Bayarannya banyak, bisa sampai 3X UMK Madiun Kota.” Aku jawab gitu.
Yah, memang gaji yang diberikan memang sangat tinggi dan jauh di atas gaji di daerah Madiun Kota. Aku jujur ini, untuk nominal, pikir saja sendiri jumlahnya. Namun, ada beberapa hal yang membuatku benar-benar harus meninggalkan tempat itu. Gaji yang besar, lingkungan kerja yang bebas, jam kerja yang aduhai, dan bisnis yang dijalankan. Beberapa hal yang membuatku harus meninggalkan tempat itu. Untuk detilnya tidak bisa cerita yah, kode etik. Aku sangat bersalah dan benar-benar minta maaf pada orang yang memberikan info lowongan kerja itu padaku. Dia percaya, namun aku mengkhianati kepercayaan itu. Maaf.

Kedua, banyak yang tanya tentang lowongan pendidik dan non-pendidik yang aku bagikan di BBM ataupun di WhatsApp. Mereka bertanya kenapa lamaran itu aku bagikan, dan tidak aku lamar sendiri pekerjaan itu. Sehingga saingan untuk mendapatkan pekerjaan itu lebih kecil. Sebenarnya aku heran juga sih kenapa aku berbuat seperti itu, hahaha. Yah, aku jawab sekenanya, “berbagi aja”. Sebenarnya, memang benar, aku hanya ingin berbagi, berbagi tanpa mengharap balasan menurutku lebih baik, yang butuh pekerjaan itu (yang aku bagikan) tidak hanya aku. Banyak orang yang membutuhkan, jadi persaingan sehat adalah hal yang baik, jika itu memang rejekiku dan kompeten di bidangku, tentunya aku yang diterima, karena aku lebih berkompeten. Jika orang lain yang diterima, maka dialah yang lebih berkompeten dan lebih bagus, aku? Berarti harus memperbaiki diri supaya lebih bagus.
Kadang aku benci melihat teman yang egois, tahu tentang info lowongan pekerjaan tapi diembat sendiri. Yah, diembat sendiri. Dengan dalih seleksi alam dan relasi, apalagi informasi komunikasi, rasa kemanusiaan karena perut jadi hilang. Akibatnya apa? Mereka yang lebih berkompeten, atau lebih cocok untuk diterima jadi tersingkir. Dia, yang tidak berkompeten malah kerja dan menjadi beban tempat kerja. Ada beberapa temanku yang seperti itu, dan akhirnya dimutasi (intinya sih dipecat, biar cakep kali ya bahasanya). Yah, tidak usah disebut siapa. So, aku senang berbagi, dan membantu. Biar kita semua bisa berpenghasilan tetap, hehehe.

Ketiga, terus bagaimana dengan mereka yang kerja lewat belakang? Nah, aku ada cerita nih. Mirip dengan kejadian itu. Aku adalah seorang jobseeker dan bojseeker yang gigih, hehehe. Setelah lulus, aku melamar di banyak sekolah, yah karena aku lulusan institut pendidikan. Sampai sekarang pun aku ya masih melamar kemana-mana. Alhasil, sekarang masih freelance dan jobseeker. Banyak teman-temanku yang sudah jadi guru, entah itu di sekolah negeri maupun di sekolah luar negeri (hehehe, plesetan swasta). Aku tanya tips supaya bisa diterima kerja jadi pendidik. Mereka yang saat ini bekerja di sekolah swasta, ada beberapa tips nih,
  1. Lamar langsung ke sekolahannya
  2. Cari sekolahan yang sedang berkembang atau baru saja berdiri, pasti butuh guru banyak
  3. Ikut organisasi ****************** (maaf tidak bisa tak sebut)
  4. Berdoa yang banyak
Itu beberapa tips dari yang sekolah swasta, untuk yang sekolah negeri, mereka no comment dan jawabannya hampir sama, “ya masukin lamaran-lamaran gitu, Har. Nanti dipanggil.”. Namun, setelah aku bertanya pada seorang teman yang mungkin saja sungkan kalau dia tidak menjawab jujur, THAT IS LIE. Itu bohong binggo, bingits bangets, relasi dan kenalan yang bisa jadiin mereka pendidik di sekolah negeri, bahasa kerennya sih “dititipin”. Emang sih kadang ngiri juga ngeliat mereka. Tapi, setelah tau gitu, hm…. Iya iya, pasti ada yang bilang “gak semua gitu keleeeeus”. Iya, semua gak gitu, tapi banyak yang gitu. Biarlah. 

Yah, itulah curcol tentang pekerjaan kali ini, pasti tidak ada yang bermanfaat. Yang penting lega aja. Hehehe.
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini