SEPI


Judulnya sepi, iya memang sepi. Setiap malam minggu pasti sepi kayak gini. Hahaha, salah satu efek tidak punya pacar kesepian. Eits, tapi bukan itu yang aku maksud dengan sepi. Tapi hal itu termasuk juga sih. Hahaha.
Setelah kejadian itu, memang sedikit trauma untuk kembali punya pacar (alasan doang, mau bilang nggak laku kan malu. Hahaha). Mau deketin cewek, eh ceweknya udah punya cowok. Mau deketin cowok, eeh cowoknya udah punya cewek. #eeeeeeh? Hahaha. Aku gak pernah deketin cowok. Sulit dapet pacar bukan berarti pindah haluan. Hahaha.

Ya begitulah, masih takut-takut kucing mau deketin seorang mahluk yang namanya cewek. Kayak kucing yang lagi mengintai ikan di piring, masih lihat kiri dan kanan ada yang punya apa kagak. Kalau ada yang punya, mending "mlipir-mlipir" kemudian pergi. Kalau kagak ada yang punya. Langsung "HAAAAAAUUUUUUUUUUUUMMMMMM". Terkam mangsa.
Tapi terkadang ya ada, mangsa yang baru aja mau dideketin, eh udah diusir duluan.
"HAAAAO, HAAAO." Kiranya gitu cara ngusirnya. Kayak temen kantor yang ngusir hewan. Heran juga sih, mau ngusir tapi malah tanya. "Haaao" cara temenku ngusir terlihat seperti pengucapan kata "how" dalam Bahasa Inggris.

Fokus postingan ini bukan pada temenku yang niatnya ngusir malah hertanya, bukan pula bahas sepi karena gak segera dapet pacar. Lebih dari itu sepi kagak punya teman. Hahaha. Iya, kayaknya di dunia ini cuman aku yang kagak punya teman dekat. Meskipun begitu, banyak kok yang ngaku jadi temanku, banyak. Tanya aja mereka-mereka, aku pun ya mengaku jadi teman mereka. Hahaha. Tapi, daripada teman, aku lebih merasa jadi dukun daripada jadi teman mereka. Ya iyalah. Setiap kali ada masalah, satu per satu datang, paling ndak curhat atau minta solusi. Ada juga yang datang langsung untuk minta tolong buat ngapain gitu, terus udah, pulang. Kayak dukun aja. Hehehe. Bukan, bukan aku gak ikhlas atau rela. Aku rela, aku ikhlas, gak dibalespun gak apa, dan aku gak minta untuk dibales. Untuk setiap bantuanku aku ya gak minta uang. Bukan itu tujuannya aku posting, bukan untuk balesan atas apa yang aku berikan bantuan. Aku cuma merasa, ternyata aku tidak punya teman ketika mereka tidak bermasalah. Ketika bermasalah, aku adalah teman mereka. Terus, kalau aku bermasalah, aku harus jadi teman siapa? Mereka? Boro-boro. Kadang diBBM aja kagak "diread" tapi bisa update status, apalagi diwhatsapp, ada yang pura-pura last online, atau malah last seen disembunyikan.

Ya gitulah. Aku mau cari teman, aku ya gak pengen yang selalu ada untuk aku. Tapi, ketika mereka tidak ada masalah, aku lebih merasa jadi dukun mereka, daripada jadi teman mereka. Kadang merasa dimanfaatkan sering terbesit di pikiran, segera aku buang jauh pikiran itu. Aku hanya ingin banyak memberi, tanpa dibalas. Salah satu guru mengajarkan bahwa, tidak boleh berpikiran buruk tentang seseorang selalu berikan uzur (prasangka baik) pada mereka. Kamu tidak tahu, meskipun cuek bebek kwek kwek, mungkin saja mereka sedang menyiapkan sesuatu yang penting. Kamu tidak tahu, meskipun diam dan terlihat cemberut, mungkin saja dia sedang introspeksi diri, begitu guruku bilang. Jadi, ketika sepi ini melanda aku cuma berpikir, yah, mungkin tugasku sudah selesai dan mereka tidak mebutuhkanku. :)
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini