GOLONGAN DARAH


Banyak yang berpikir bahwa menentukan sikap berdasarkan golongan darah adalah hal yang bego bego gimana gitu, tapi aku percaya bahwa sedikit banyak golongan darah membawa genetika sendiri untuk bersikap. Salah satu temanku malah ada yang berpendapat mempercayai hal itu adalah hal yang menyekutukan Tuhan, mempercayai ramalan, sama dengan zodiak. Oh my god, mereka pandang dari sisi mana sih? Sikap boss, zodiak pun sama. Bukan tentang ramalan hari ini, asmara membaik, keuangan memburuk, hindari air. Bisa-bisa kagak mandi. Bukan tentang ramalannya, tapi tentang penelitian sikap. Seperti kalau kita anggap bahwa anak pertama lebih bertanggung jawab, tegas, bisa mengayomi. Anak bungsu lebih manja, diperhatikan, dan kebersamaan. Walaupun semuanya tidak seperti itu, tapi sudah banyak yang mempercayai. Kenapa? Karena sudah bisa dititeni, alias diperhatikan selama kurun waktu tertentu menunjukkan gejala yang sama. Masa seperti itu mau dibilang menyekutukan Sang Pencipta? Golongan darah pun, sudah pernah di teliti melalui uji coba sikap di Jepang dan Korea. Walaupun aku juga lupa sih, bagaimana dan siapa peneliti itu. Hehehe. Terserah mau bilang apa mereka, yang penting aku mau curhat. Hehehe.
Aku adalah cowok yang bergolongan darah O. Aku tahu bahwa aku adalah golongan O ketika kegiatan donor darah di sekolah. Bagaimana seorang aku yang takut dengan jarum suntik bisa ikut donor darah? Yah, karena aku ketua kelas. Ketua kelas segedhe ini, masa gak ikut donor? Apa kata dunia?
Aku yang golongan O ini seharusnya memiliki sikap yang sewajarnya O, tapi sepertinya tidak.
Golongan A.
Meskipun secara medis aku dikatakan golongan O, tapi secara pribadi aku adalah golongan A. Kenapa? Golongan A yang ingin sekali tepat waktu, terstruktur dalam kegiatan, tidak mau rencana yang sudah dibuat berantakan, keras kepala juga. Hampir semua sifat dalam golongan A ada pada diriku. Apakah aku sebenarnya adalah golongan A?
Aku suka sekali pada orang yang ontime, dan tidak lelet. Dan jika ada janji pun, aku pasti datang paling tidak 5 menit sebelum waktunya, atau biasa disebut dengan intime. Padahal menurut penelitian, golongan O adalah orangbyang sulit tepat waktu. Hm.... jangan-jangan aku golongan A.
Golongan B.
Selain merasa jadi golongan A, aku juga merasakan jadi golongan B juga. Mengerikan, sebenarnya aku golongannya siapa sih? Hahaha.
Untuk imajinasi, bisa dibilang tinggi, apalagi tentang berkhayal, aku jagonya. Meskipun aku perpikir logis, tapi angan-anganku untuk jadi Kamen Rider masih ada, dan masih sering membayangkan jika aku punya digimon sendiri. Imajinasi yang luar biasa dan khayalan tingkat tinghi adalah spesialis dari B, apa aku golongan B? Terkadang aku juga pelupa dan acuh pada sekitar. Ah, ini benar-benar golongan B yang punya. Sebenarnya golongan mana aku ini?
Golongan AB.
Golongan ini adalah golongan yang super sekali. Menkritik tiada tara dan komentar apa adanya, selain itu kadang juga out of the box. Aku kalau diajak mencari kesalahan orang, mungkin aku juaranya, seharusnya gak bangga sih, tapi mau gimana lagi? Komentar pahit pun aku berikan meskipun yang tanya itu tidak minta.
Golongan O.
Meskipun aku mirip dengan golongan lain, tetapi aku tetaplah golobgan O yang keras kepala, suka sekali dengan visi yang jelas, jika misi tak terlaksana suka menyerah. Yah, aku bersyukur jadi golongang manapun.
Golongan darah tidak hanya satu-satunya faktor yang menjadi penentu sikap dan sifat seseorang. Ada lingkungan sekitar, ada pengalaman pribadi, ada pendidikan yang mendasari, ada faktor genetika, dan banyak hal lain yang melandasinya. Apapun golongan darah kita, tetap berbuat baik pada sesama dan tunduk pada Sang Pencipta. Aamiin.
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini