ANIME

Ketika membaca kata “anime”, apa yang terbersit di pikiran masing- masing? Doraemon, Chibi Maruko-chan, Shin-chan, Digimon, Pokemon, Inuyasha, dan masih banyak lagi. Yap, beberapa anime yang populer bagi anak yang lahir sekitar tahun ’90-an. Sesungguhnya masih banyak anime dengan genre yang lebih serius daripada judul yang telah disebutkan tadi. Aku sangat suka dengan anime Digimon, sampai sekarang. Oleh sebab itu, gambar yang aku sertakan adalah gambar anime Digimon. Sebut saja, 5 cm per second. Salah satu anime yang bikin baper tujuh keliling. Ada juga anime lawas yang judulnya School Days, anime yang bikin merinding. Bukan karena genre horror yang diusung, karena alur cerita yang ‘spesial’.


Post kali ini membahas anime karena ingin saja, tidak ada maksud lain. Aku suka anime, mungkin sudah sejak kecil aku suka anime. Mulai dari serial Let’s and Go, anime yang mengusung cerita balap mobil, meskipun mobil mainan (baca: Tamiya 4WD). Anak yang dulu sering nonton di RCTI pasti hafal dengan teriakan semangat “MAJU MAGNUM”. Magnum itu bukan merek dagang dari es krim yang digigit terdengar suara “kretek”, Magnum itu nama mobil Tamiya 4WD yang sangat ikonis sekali dari serial Let’s and Go. Ada juga Sonic yang berwarna merah beda dengan magnum berwarna biru, Sonic milik kakaknya. Aku yang masih kecil waktu itu, suka sekali mainan mobil Tamiya, yah karena sering nonton anime Tamiya. Entahlah, anak sekarang lebih suka mainan hati, mungkin terlalu banyak yang nonton sinetron yang makan hati.

Selain di RCTI, aku senang sekali pada masa kecilku yang dihibur Indosiar setiap pagi dengan tayangan anime mulai jam 08:00 sampai dengan 12:00 WIB. Seperti lagu Tegar yang liriknya “aku yang dulu bukanlah yang sekarang”, RCTI dan Indosiar sudah tidak seperti yang dulu. RCTI yang kini gagah dengan acara sinetron setiap malam, dan minggu pagi dengan acara musik yang entah itu musik betulan atau cuman buat ngisi kekosongan acara saja. Kadang ada acara masak, game, nggosip, bahkan ada acara sirkus juga. Hm…. Kadang rindu juga dengan MTv yang real acara musik. Indosiar kini gagah dengan acara akademi-akademi yang sampai Asia tarafnya (kata acaranya sih gitu). Dulu aku sibuk dengan imajinasiku memberantas siluman lewat anime Inuyasha, eh sekarang adikku malah jadi siluman serigala karena dulu sering lihat GGS a.k.a Ganteng Ganteng Seri(ng)gala(u). Iya, salah satu adikku sudah bisa jadi siluman serigala dengan menirukan mulutnya yang dibuka dan meringis kurang kerjaan. Apa iya aku harus memberantas adikku sendiri dan berteriak “sankontesho!”, atau memukul pakai gagang sapu sambil teriak “kaze no kizu!”. Semoga walaupun ada sinetron Mermaid in Love ini, adikku tidak punya keinginan untuk jadi putri duyung, soalnya dia cowok. Aamiin….

Anime, tidak hanya tentang genre anak-anak yang penuh imajinasi, salah satunya adalah anime dengan judul 5 cm per second. Jangan negatif thinking dulu kalau ini adalah anime tentang ilmu fisika yang rumit dengan rumus. Bukan. Ini anime yang menceritakan tentang seorang laki-laki yang sedang menyukai seseorang. Iya, sedang menyukai seseorang mulai dari kelas empat SD hingga laki-laki tersebut bekerja. Banyak cerita yang menyedihkan dan bahasa dewa tingkat tinggi yang kadang beberapa percakapan aku tidak mengerti. Jadi, anime tidak hanya tentang tontonan anak kecil yang penuh imajinasi, masih banyak anime yang bisa ditonton oleh orang dewasa. Apalagi anime dengan genre “Hentai”, hehehe.
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini