LARI

Coba tebak, sudah berapa lama aku tidak lari dengan serius? Enam tahun. Yah, walaupun setiap harinya bisa dibilang serius lari dari kenyataan. Hehehe. Tapi bukan itu, lari yang sebenarnya lari, lari menggunakan kaki.

Enam tahun yang lalu ketika masih di SMA, saat itu keinginan untuk lari sangat kuat. Selain lari dari kenyataan bahwa tidak punya pacar, lari untuk tes ujian akhir pelajaran olahraga harus lulus. Selain dua hal tadi, latihan lari dipersiapkan untuk tes masuk STAN Bea Cukai dan PLN. Alhamdulillah, akhirnya diterima di IKIP PGRI Madiun (yang sekarang berubah namanya menjadi UNIPMA) yang sedikitpun tidak membutuhkan kemampuan lari. kesimpulannya adalah, latihan lari yang sia-sia. Selain tidak bisa masuk ke STAN Bea Cukai dan PLN, waktu itu masih belum bisa move on dari mantan pacar. Oh My God, untuk apa coba latihan lari dari kenyataan kalau hasilnya nihil? Ah, maksudku juga latihan lari yang sesungguhnya.


Akhirnya setelah enam tahun, aku yang sedikit phobia dengan kata “olahraga” akhirnya ikut dalam kegiatan rutin mingguan lari bersama. Kegiatan rutin mingguan lari bersama ini adalah acara yang diadakan oleh Karang Taruna di RT. Iseng-iseng juga bikin gambar “Play On”, plesetan dari playon, asal kata Bahasa Jawa yang artinya berlarian. Di gambar tersebut ada siluet dari laki-laki dan perempuan yang sedang berlari, yang artinya bukan mereka berdua bersama-sama lari dari kenyataan maupun kawin lari, bukan! Arti dari gambar tersebut adalah nanti kalau ikut lari, bakal ketemu lawan jenisnya, nah tinggal digebet deh. Wahahaha. Bukan, artinya bukan itu, mau laki-laki ataupun perempuan, semua boleh ikut. Tua dan muda juga boleh ikut, jika memungkinkan balita juga diperbolehkan. Sayang, gambarnya hanya mereka berdua laki-laki dan perempuan. Kalau kakek, nenek, balita juga disertakan gambarnya, nanti dikira kampanye keluarga berencana. Hehehe.

Play On hari pertama
Kegiatan Play On yang pertama diadakan pada hari Sabtu, 21 Januari 2017 di Lapangan Gulun. Ternyata, antusias pemuda dan pemudi sangat besar sekali. lebih dari 50 orang antusias untuk olahraga. Ow ya, yang ikut Play On sejumlah 5 orang saja. Hahaha, yang 50 orang tadi adalah orang-orang lain yang olahraga di Lapangan Gulun. Fasilitas di Lapangan Gulun cukup lengkap, sayang ada beberapa yang tidak terawat. Ada beberapa besi yang berkarat dan keropos, rapuh, tak berdaya seperti diriku ini. Cuaca hari itu cukup cerah walaupun mendung sudah siap-siap buat menyirami Kota Madiun. Latihan lari pada hari pertama hanya dapat dua putaran, itu pun dibarengi dengan berjalan. Untuk permulaan, okelah. Hehehe.

Play On hari kedua
Kegiatan kedua Play On semakin bersemangat. Karena anggota kami bertambah. Sekitar 9 orang ikut dalam kegiatan. Meskipun awal berangkat sedikit ragu karena lebih mendung daripada sabtu minggu lalu, kita tetap berangkat ke Lapangan Gulun. Sampai di sana, tidak lebih dari lima menit kami menginjakkan kaki di trotoar, gerimis kriwis-kriwis sudah menyambut kami. Akhirnya, kami berteduh di Gedung Balai Pusat Pendidikan dan Pelatihan (disingkat menjadi Gedung PUSDIKLAT). Ah, ternyata gerimis yang sebentar hanya ingin membuat kita tidak kepanasan. Kegiatan Play On kami pun dilanjutkan. YESSS!!! Hari ini nambah menjadi tiga putaran dengan takaran jalan dan lari yang tidak seimbang (baca: banyak jalan daripada lari). Yang penting hari itu kami anggota Play On bisa berkumpul. Tujuan utama Play On memang untuk kebugaran jasmani, ada modus lain dalam kegiatan ini, PDKT. Hahaha, bukan. Biar kami para pemuda bisa berkumpul dan bercengkerama supaya bisa saling kenal. Masa, satu RT tapi tidak kenal dengan tetangganya?

Ayo, bagi yang ingin ikut Play On, setiap hari Sabtu jam 15.00 WIB di Lapangan Gulun, Kota Madiun. Tidak hanya pemuda dari RT kami, semua bisa ikut untuk menambah teman dan mempererat tali persaudaraan. Semakin banyak teman bukankah semakin bagus? Masih memegang kalimat “lebih baik punya satu sahabat daripada seribu teman? Hello…. Pikirin lagi kalimat tersebut ya gaisssss. Gak mungkin satu sahabat itu bisa melakukan segala hal unik yang dilakukan seribu teman. Karena setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing. So, pilih seribu teman dan satu sahabat. Jadi, kamu sekarang punya 1001 teman dan sahabat. Indah, bukan?
Share on:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan tanggapan anda melalui kotak komentar di bawah ini